Arsip Tag: RS

Pantun Si kakek


Lama sudah si kakek tidak jalan-jalan. Sampai-sampai angin hilang dari ban. Tetangga sebelah bikin suara blar-blar, akhirnya saya tuntun keluar kamar.
image

Mesin 2 tak minim perawatan, tapi perlahan tergusur kemajuan jaman.
Sungguh sayang jika disia-siakan, karena sejarah jadi korban.
Kalau pengen mesinnya langsam, jangan ragu bongkar pengapian.
Modal busi yang sehat dan bagus. Pasti si kakek jalannya mulus.
image

Jika jelaga menutup elektroda, segeralah membersihkannya.
Kalau ingin hasilnya manis, gosoklah dengan amplas tipis.
image

Mari rawat kendaraan kita, agar kondisinya tetap prima. Rasa bangga merasuk di dada, jika motor kita istimewa. :mrgreen:
image

Rawat dan sayangi kendaraan kita, maka dia akan menjaga dan memudahkan hidup kita.

Kakek-kakek pengen berjiwa muda lagi! (lanjutan)


Kita lanjutkan proses peremajaan sang kakek :mrgreen:

Rencana kemarin sebenarnya mengganti ban yang sudah berubah menjadi “slick”, tapi berhubung harganya 130 ribu maka saya tunda dan mengalihkan proses peremajaan sang kakek menjadi penggantian piston/seher 😉

Piston bawaan sang kakek sudah oversize 52, dan boringnya udah koplak sehingga berisik saat mesin dinyalakan 😆 Lanjutkan membaca Kakek-kakek pengen berjiwa muda lagi! (lanjutan)

Kakek-kakek pengen berjiwa muda lagi!


Judulnya nggak nyambung tapi biar ajah!!! :mrgreen:

Melanjutkan cerita sebelumnya tentang Yamaha RS100, kali ini saya sedikit bercerita tentang peremajaan beberapa parts yang sudah dimakan usia. Maklum saja, usia motor sudah lebih dari 30 tahun 😀

Mari kita mulai 😉

Calon Korbannya nih!

Saat membawa pulang si kakek dari RX-King ini saya merasakan bahwa tenaga mesin kurang keluar, kabel gas gak beres dan beberapa sil khususnya sil gir depan bocor. Selain itu gir dan rantai yang rasanya gak enak banget dipake jalan. Lanjutkan membaca Kakek-kakek pengen berjiwa muda lagi!

Mengapa saya begitu tertarik dengan Yamaha RS 100???


Tulisan kali ini saya sedikit bercerita tentang kenangan masa kecil saya, masa-masa dimana keseharian keluarga saya ditemani dengan Yamaha RS 100. 😀

Tahun 1977 (saya belum lahir), bapak menikah dengan ibu… waktu itu oleh kakek dibelikan sepeda motor Yamaha RS 100 seharga 120.000 rupiah :mrgreen:

ilustrasi dari bikez.com

Spesifikasi :

  • Engine type:2-stroke air-cooled 100cc engine
  • Displacement: 100.3 cc
  • Bore x Stroke: 46.4 x 59.9 mm
  • Compression Ratio: 9,3:1
  • Max Power: 9.3 PS @ 6,000 rpm (carburetor type)
  • Max Torque: 1.03 kgf.m @ 4,000 rpm (carburetor type)
  • Max speed: 105 km/h
  • Transmission: 4-speed
  • Clutch: Wet multi-plate centrifugal
  • Starter: Kick starter
  • Frame Type: Underbone steel tube
  • Suspension (F): Telescopic
  • Suspension (R): Swingarm
  • Brake (F): Mechanically actuated drum
  • Brake (R): Leading trailing drum
  • Fuel tank capacity: 5.4 L

Selanjutnya RS 100 tersebut menjadi sarana transportasi utama keluarga kami, menemani bapak saat saya masih dalam kandungan ibu, mengantar ibu melahirkan saya ke bidan, mengantar saya ke sekolah, ke dokter dan  banyak hal yang dilakukan keluarga kami bersama RS 100 tersebut. Saya teringat, dimana saya masih sekitar usia 5 tahun bermain didekat RS 100 sepulang bapak kerja… namanya juga anak-anak. nggak tahu kalau knalpot itu panas, alhasil sampai sekarang dengkul saya masih ada bekas kena knalpot Yamaha RS 100 tersebut :mrgreen: Lanjutkan membaca Mengapa saya begitu tertarik dengan Yamaha RS 100???