Arsip Tag: MZ

50 years ago: The Ernst Degner story (cerita Ernst Degner, 50 Tahun yang lalu) bagian III


Mari kita lanjutkan kembali cerita tentang skandal spionase di dunia otomotif balap sepeda motor. Setelah kemarin sampai pada tiga tekhnologi kunci dan keinginan Ernst Degner untuk membelot keluar dari Jerman Timur dengan membawa keluarga dan juga rahasia teknologi Walter Kaaden untuk dijual ke Suzuki.

vertrag

Melarikan diri ke Barat

Selanjutnya Degner menyusun rencana rencana. Dengan sedikit keberuntungan isteri dan kedua anak laki-lakinya akan dapat melakukan perjalanan dari Berlin Timur ke Berlin Barat dengan menggunakan sedikit celah di negeri tirai besi (Uni Soviet) melalui jalur kereta sibuk antara Soviet dan Sektor Inggris.

Rencana pelarian mereka direncanakan pada pagi hari tanggal 13 Agustus, atau sehari setelah Degner melakukan balap di GP Ulster di Dundrod.
Lanjutkan membaca 50 years ago: The Ernst Degner story (cerita Ernst Degner, 50 Tahun yang lalu) bagian III

50 years ago: The Ernst Degner story (cerita Ernst Degner, 50 Tahun yang lalu) bagian I


Sebenarnya ini adalah artikel dari buku yang berjudul “Stealing Speed” yang dipublish oleh penulisnya sendiri Matt Oxley pada website motorcyclenews.com pada tanggal 27 Desember 2012. Artikel ini bercerita tentang skandal pencurian teknologi balap sepeda motor yang menjadi sejarah dari Grand Prix sepeda motor. Berikut ini cerita dan terjemahan bebas dari artikel tersebut 😀

cover_V11

50 tahun yang lalu (kalau sekarang 2014 berarti 52 tahun), Suzuki memenangkan kejuaraan dunia Grand Prix motor untuk pertama kalinya dengan menggunakan sepeda motor mungilnya. Sepeda motor 50cc RM62 bertenaga 8 hp dan kecepatan 90mph dengan pembalapnya Ernst Degner berhasil naik podium 50cc perdana di Oktober 1962. Itu adalah sepeda motor mengagumkan, kesuksesan tersebut  adalah momen bersejarah bagi suzuki karena ini juga merupakan titel juara dunia pertama Suzuki yang dimenangkan lewat mesin 2-stroke-nya. Lanjutkan membaca 50 years ago: The Ernst Degner story (cerita Ernst Degner, 50 Tahun yang lalu) bagian I