14
Jan
13

Ketika Kebersamaan itu mulai terkoyak…..

Ini adalah artikel pertama saya di tahun 2013, setelah pada akhir tahun 2012 lalu saya lewati dengan kekosongan ide karena semua perhatian dan pikiran saya tersita pada urusan pekerjaan.

@@@@@@@@@@@@@@@

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sebagai makhluk sosial tidak akan pernah lepas dari yang namanya hubungan kebersamaan dengan manusia yang lain. Apapun bentuknya dan apapun medianya kita sebagai individu pasti membutuhkan individu yang lain. Dari berbagai bentuk hubungan kebersamaan tersebut saya mengambil satu yaitu paguyuban”.

Paguyuban – dalam bahasa Inggris disebut Community (dalam bahasa Jermannya disebut Gemeinschaft) merupakan bentuk kehidupan bersama, di mana para anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta kekal. Dasar hubungan tersebut adalah rasa cinta dan rasa persatuan batin yang memang telah dikodratkan. Atau lebih mudahnya menurut kamus bahasa indonesia berarti perkumpulan yg bersifat kekeluargaan, didirikan orang-orang yg sepaham (sedarah) untuk membina persatuan (kerukunan) di antara para anggotanya.

Dari definisi diatas terlihat bahwa yang menjadi dasar sebuah paguyuban adalah adanya sifat kekeluargaan, kesepahaman dan kerukunan/persatuan. Ketiga sifat tersebut mutlak dimiliki oleh setiap anggota paguyuban demi kelangsungan hubungan atau ikatan tersebut. Hal ini sangat penting untuk disadari dan dimengerti, bahwa setiap anggota/individu mempunyai tugas, kewajiban dan tanggung jawab yang sama didalam sebuah paguyuban.

—————— II —————-

Tidak usah panjang lebar saya menjabarkan tentang paguyuban, langsung ke inti cerita. Selama ini saya tergabung dalam sebuah komunitas (tapi saya lebih senang menyebutnya paguyuban) yang sangat hebat, betapa indahnya saat benih-benih paguyuban itu tumbuh dengan siraman semangat kekeluargaan, kebersamaan dan toleransi. Jauh dari kata egoisme, kebanggaan pribadi, idealisme sempit dan kesombongan. Benar-benar saat yang istimewa jika diingat dan dikenang.

Seiring berjalannya waktu, toleransi  itu mulai memudar. Kekeluargaan mulai terusik dan kebersamaan mulai terkoyak. Diawali dengan mulai kurangnya perhatian dari para sesepuh paguyuban, banyaknya anggota baru yang kurang memahami arti penting toleransi, dan diakhiri hilangnya rasa saling hormat-menghormati dan kekeluargaan yang menjadi semangat paguyuban ini.

Apakah ini semua tujuan paguyuban ini dibentuk? Apakah kita rela semua ini berakhir dengan perpecahan?

Mari kita bertanya pada diri kita masing-masing, apakah kita sudah berperan dalam menjaga kebersamaan dan kekeluargaan paguyuban ini? Ataukah hanya sebagai penonton dan penggembira saja?

Masih ada waktu untuk memperbaiki, fungsikan lagi komponen-komponen didalamnya, berikan rambu-rambu yang jelas dan tegas agar tercipta keteraturan dan ketertiban. Paguyuban bukanlah hutan rimba dimana semua bebas melakukan apa yang dia mau. Paguyuban adalah sebuah wahana dimana manusia berinteraksi, saling berbagi dan bersosialisasi secara manusiawi dan beradab.

Semoga kedepannya paguyuban ini akan jauh lebih baik lagi….

Bantul, 14 Januari 2013 (sebagai bahan renungan bersama)

About these ads

32 Tanggapan ke “Ketika Kebersamaan itu mulai terkoyak…..”


  1. 14/01/2013 pada 22:36

    kangen yang dulu pak, :(

  2. 5 nawirotom
    15/01/2013 pada 00:40

    perlu dicoba untuk memperbaiki kualitas komunikasi antara sesepuh untuk dengan ikhlas menyelesaikan permasalahan2 yang disinyalir menimbulkaan perpecahan. Kemudian langkah solusi yg diambil disosialisassikan dalam rapat seluruh komponen paguyuban (bisa pleno atau perwakilan). Baru ditentukan solusi yang pasti yang harus dilakukan oleh seluruh anggota, yang kebertan melakukannya monggo dipersilahkan mengundurkan diri dari paguyuban. Wallohua’lam.

  3. 7 lekdjie
    15/01/2013 pada 04:41

    ado apo to bos?

  4. 9 hadiyanta
    15/01/2013 pada 06:24

    betapa indahnya saat benih-benih paguyuban itu tumbuh dengan siraman semangat kekeluargaan, kebersamaan dan toleransi. Jauh dari kata egoisme, kebanggaan pribadi, idealisme sempit dan kesombongan. Benar-benar saat yang istimewa jika diingat dan dikenang.

    #ada yang hilang dari salah satu poin point diatas. Mari jangan kita kenang mas, mbakyu, pakdehe, mbokde, adik, kakak, dll, tapi kita pupuk kembali dan buktikan saja bahwa kita bisa seperti biasanya.

  5. 11 hadiyanta
    15/01/2013 pada 06:26

    Apakah ini semua tujuan paguyuban ini dibentuk? Apakah kita rela semua ini berakhir dengan perpecahan?

    #bukan pecah, tapi kalau prithil mungkin lebih sesuai :-P

  6. 13 hadiyanta
    15/01/2013 pada 06:27

    Assalamualaikum Lekdjie, piye kabare, kopdar yuuukkkk

  7. 15/01/2013 pada 09:11

    hemmmm………..
    tiap orang itu memang selamanya tak seperti yg kita lihat,
    terkadang kita tidak tau seperti apa dia sebenarnya
    tapi sudahlah….

    #aq ngomong opo yo? ramudeng, hehe :D

  8. 15/01/2013 pada 10:56

    lapor, nyong ora dhong, nunggu penjelasane ndan!

  9. 15/01/2013 pada 14:34

    ngapunten kalo selama ini saya banyak salah.. :(
    mencoba mengambil hikmahnya dan masih butuh bimbingan..semoga rasa kekeluargaan tak berbatas waktu.. :)

  10. 15/01/2013 pada 17:37

    melu nongol ahh… :-)

  11. 15/01/2013 pada 19:05

    nderek meninggalkan jejak….dan menyimak

  12. 31 bledug
    18/01/2013 pada 07:20

    emmm….gimana yah…ngungkapinnya….??

    :-D


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Proud to be :

Penjaga Blog

Si GARONG

Arsip

Yang tersesat kesini

  • 268,509 orang

Online brothers


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 57 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: